Hasil Premier League: Arsenal Dipermalukan Crystal Palace di Kandang Sendiri

Liga Champions musim depan Arsenal menempati posisi keempat namun posisinya sangat rawan dikudeta Chelsea maupun Manchester United. Arsenal tersandung di kandang sendiri Premier League 2018-2019 di Emirates Stadium dapat dukungan penuh suporternya Arsenal malah dipermalukan Crystal Palace dengan skor 2-3.

The Gunners mengoleksi 66 poin dari 34 pertandingan. Koleksi poin Arsenal sama dengan Chelsea yang menghuni posisi kelima. Peringkat ketiga ditempati Tottenham Hotspur yang mengumpulkan 67 poin dari 34 pertandingan. Manchester United di peringkat keenam juga masih berpeluang karena hanya tertinggal dua poin dari Arsenal.

Arsenal dapat peluang main di turnamen antar klub paling elite di Benua Biru. Alhasil Tim London Utara tersebut bermain agresif sejak awal. Mereka terus berburu gol demi membuka jalan meraup tiga poin.Gol yang mengejutkan tuan rumah Arsenal tercipta pada menit ke-17. Gol tersebut berawal dari tendangan bebas indah Luka Milivojevic.

The Gunners berusaha meningkatkan serangan ke daerah pertahanan Crystal Palace . Namun upaya tim besutan Unai Emery gagal melahirkan gol dan gol Ozil tak menjadi momentum kebangkitan Arsenal. Gawang The Gunners malah bobol dua kali setelah itu.

Vinicius Junior: Semua Pemain Real Madrid Mencintai Zinedine Zidane

Vinicius Junior memang tengah cedera dan berusaha memulihkan diri secepat mungkin.Vinicius Junior merupakan salah satu bintang muda yang paling bersinar saat Real Madrid masih ditangani Santiago Solari.

Dia dipercaya jadi pemain inti dan kepercayaan itu dijawab Vinicius Junior dengan penampilan apik yang melebihi ekspektasi.Dia lama tidak bermain tetapi itu tak lantas membuat mereka kehilangan kepercayaan diri.Vinicius percaya jika nanti dia pulih dari cedera.

Zidane bakal memberinya kesempatan bermain di Real Madrid setelah dia pulih nanti. Dia yakin Zidane adalah pelatih adil yang selalu memberikan kesempatan pada setiap pemain dan kami sedang mempersiapkan diri untuk musim depan.

Vinicius Junior mengaku sedikit terkejut dengan respons skuat Real Madrid saat pertama kali Zidane kembali ke Santiago Bernabeu pekan lalu.Madrid menaruh respek begitu tinggi pada Zidane bahkan terkadang mereka grogi untuk sekadar berbicara pada Zidane.

Keylor Navas Disarankan Keluar Dari Madrid

Pelatih Tim Nasional (Timnas) Kosta Rika, Gustavo Matosas, menilai Keylor Navas harus pergi dari Real Madrid. Sebagai kiper utama dari Kosta Rika,ia pun menyesali kurangnya jam bermain bagi sang kiper.

Saat ini Navas sudah menjadi kiper kedua setelah kedatangan Thibaut Courtois pada awal musim ini. Navas sudah tidak menjadi pilihan utama sejak kedatang kiper asal Belgia ini dan ditambah kiper muda Madrid Luca Zidane yang digadang-gadang akan menjadi kiper masa depan Madrid.

Menilik berita tersebut, Matosas berharap sang kiper untuk berpikir ulang untuk bertahan di Santiago Bernabeu. Ia menilai pemain yang sudah berusia 32 tahun ini memiliki skill yang bagus dan ia tidak berharap ia menjadi pemain cadangan.

“Saya ingin Keylor bahagia bersama klubnya sekarang. Dia adalah kiper yang hebat dan impresif dan saya juga binggung kenapa ia tidak bermain. Tiga Liga Champions ini adalah bukti dan tidak bisa dipungkiri ia pantas menjadi yang utama,” ungkap Matosas, mengutip dari Football Espana, Sabtu (13/4/2019).

“Tim nasional sangat mendukung apapun keputusannya dan yang terpenting ia bahagia. Semoga ia cepat mengambil keputusan untuk karirnya” lanjutnya.

Guardiola Beri Alasan Parkir De Bruyne Saat Manchester City Takluk dari Tottenham

Pelatih asal Spanyol pentingkan taktik nya sendiri.Manajer Manchester City Pep Guardiola dugaan Kevin de Bruyne di bangku cadangan pada laga penting kontrak Tottenham Hostpur di leg pertama Liga Champions.

Hasil justru pahit karena Manchester City takluk di markas Tottenham dengan skor 0-1. The Citizen pulang dengan hampa setelah gagal membalas gol Tottenham Hostpur melalui Son Heung-Min di menit ke-78.

Manchester City melenggang ke semifinal terbuka untuk mereka cukup menang dengan skor 2-0 pada pertemuan kedua yang berlangsung di Etihad Stadium atas Tottenham Hostpur jelas bukan perkara mudah.

Sarri : “100 juta Terlalu Murah Untuk Hazard”

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, dibuat terkagum-kagum oleh aksi Eden Hazard kala menghadapi West Ham United di ajang Premier League hari Selasa (9/4) tadi. Bahkan harga 100 juta euro masih dinilai terlalu rendah untuk pemain sekelas Hazard.

Hazard berhasil mencetak dua gol kemenangan Chelsea Chelsea pada laga yang berlangsung di Stamford Bridge tersebut. Berkat dua golnya itu, The Blues berhasil naik ke posisi tiga klasemen dan membuat perebutan zona Liga Champions semakin seru.

Gol pertamanya terbilang cukup indah. Di menit ke-24, mantan pemain Lille tersebut menerobos kerumunan pemain West Ham di depan kotak penalti dengan solo run dan berhasil menaklukkan Lukasz Fabianski tanpa mengalami masalah berarti.

Semua penonton dibuat terkagum-kagum dengan aksinya ini, tak terkecuali Sarri yang merupakan pelatihnya di Chelsea. Pria asal Italia menyebutkan bahwa harga 100 juta masih terlalu murah bagi pemain sekelas Hazard.

“Itu terlalu murah untuk bursa transfer sekarang ini,” tutur Sarri mengenai harga Hazard saat ini usai pertandingan, seperti yang dikutip dari The Independent. “Itu terlalu murah,” tegasnya.

Sarri pun tidak dapat menyebutkan angka yang pasti untuk Hazard. “Saya pun tidak tahu, tapi kami telah melihat setiap harga yang mungkin pantas di bursa transfer terakhir,” tambahnya.

Fulham Resmi Terdegradasi dari Liga Inggris

Fulham menjadi tim kedua yang pasti terdegradasi dari Liga Primer Inggris musim ini, bersama dengan Huddersfield Town.

Nasib The Cottagers sudah ditentukan lewat kekalahan dari Watford 4-1 pada Rabu (3/4) dini hari WIB. Ini juga merupakan kekalahan kesembilan mereka secara berturut-turut.

Cuma punya 17 poin dari 33 pertandingan mustahil bagi Fulham untuk selamat dari degradasi. Tim asuhan Scott Parke sudah terpaut jauh dari zona aman.

Penurunan peforma ini terbilang mengejutkan bagi banyak pihak, karena mereka merupakan tim dengan angka belanja terbesar ketiga pada bursa musim panas yang lalu.

Fulham menghabiskan £105,3 juta untuk membeli 13 pemain ke Craven Cottage, dan menjadikan mereka tim promosi pertama yang menhabiskan dana £100 juta di bursa.

Akan tetapi performa Fulham di lapangan tidak sesuai dengan dana yang sudah dikeluarkan. Slavisa Jokanovic akhirnya di pecat dari pelatih Fulham karena hanya mengoleksi satu kemenangan dari 12 laga yang sudah di mainkan di awal Liga.

Akhirnya ia pun digantikan oleh Claudio Ranieri, nama ini juga gagal mengangkat peforma dari Fulham. Mantan pelatih Leicester City itu juga harus meninggalkan Fulham karena hanya mengoleksi 3 kemenangan dari 17 laga.

Lalu tidak lama berselang Parker lantas ditunjuk mengemban posisi manajer interim, akan tetapi misi yang diemban terlalu sulit dan akhirnya Fulham pun secara sistematis sudah terdegradasi.

PSG Melaju ke Final Piala Perancis

Paris Saint-Germain berhasil lolos dengan mudah ke final Coupe de France setelah menang telak 3-0 atas Nantes di Parc des Princes, Kamis (4/4) dini hari WIB tadi.

Dengan keberhasilan mencapai final pada malam tadi, PSG lantas menyamai prestasi Lille pada 1945 & 1949 yang sukses mencapai babak final Piala Perancis lima kali berturut-turut.

Di pertandingan ini, PSG juga melakukan banyak perombakan pemain dan minus penyerang Edinson Cavani tetap mampu merepotkan lawannya tersebut. Namun mereka baru bisa unggul di menit ke 29 melalui Marco Verratti Marco Verrattiyang berhasil melepaskan tendangan jarak jauh.

Verrattipun bermain sangat baik akhir-akhir ini, ia sudah mengoleksi 2 gol dari 3 pertandigan terakhirnya di semua kompetisi untuk klub dan negara, padahal sebelumnya gagal menjebol gawang lawan di 58 pertandingan.

Terlepas itu, Nantes arahan Vahid Halihodzic bisa menyamakan kedudukan andai saja sundulan dari penyerangnya tidak melenceng dari gawang, dan Nantes harus mendapati fakta tertinggal saat memasuki jeda.

Di babak kedua, tepatnya di menit ke-66, PSG memiliki kans untuk menjauhkan diri seturut wasit yang memberi penalti untuk tim tuan rumah. Akan tetapi, eksekusi yang diambil oleh Kylian Mbappe justru tidak berbuah hasil karena sepakannya bisa ditebak oleh kiper Ciprian Tatarusanu.

Nantes harus bermain dengan 10 pemain karena Coulibaly mendapatkan kartu kuning keduanya di 18 menit terakhir. Kehilangan 1 pemain ini langsung bisa dimaksimalkan oleh pemain PSG. Lewat Mbappe, PSG berhasil menjarangkan gol yang kedua.

Di masa injury time, Dani Alves menutup pesta kemenangan timnya setelah berhasil memaksimalkan peluang yang diumpan dari Veratti dan mampu mengantarkan PSG ke Final Piala Perancis.